Karawang, Bandara Baru Jakarta

Kementerian Perhubungan berencana membangun bandara internasional di wilayah Karawang, Jawa Barat, dalam waktu dekat. Pembangunan bandara baru bertujuan mendistribusikan kepadatan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, yang setiap tahun meningkat secara signifikan.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan, pemerintah memperkirakan kapasitas tampung penumpang di Bandara Soekarno-Hatta hanya bertahan hingga 2014-2005. Bahkan setelah 2018, Bandara yang telah beroperasi sejak 1985 ini tak lagi bisa menampung penumpang.

Bambang mengatakan pemerintah sedang mengkaji tiga lokasi di Karawang. Tak hanya lokasi yang dikaji, tetapi juga menguji daya dukung lingkungan, tata ruang udara, tata ruang darat, dan kesesuaian area setempat. “Sekarang semua masih dikaji,” kata Bambang.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan mengatakan, pembangunan bandara dengan kapasitas lebih besar dari Bandara Soekarno-Hatta ini ini akan dilakukan paling tidak pada 2013. Sebelum 2018, diharapkan bandara baru sudah bisa beroperasi.

Selain mengkaji lokasi, tim pengkaji bentukan pemerintah juga tengah membahas model pengerjaan proyek. “Akan diputuskan apakah melalui tender, atau penunjukkan langsung,” katanya kepada VIVAnews.com, Selasa 15 November 2011. Tim juga akan mengkaji apakah pengerjaan proyek ini bisa dilakukan kerja sama antara pemerintah dengan swasta (PPP), atau cukup perusahaan pemerintah saja.

Setelah dibangun, Bandara Karawang nantinya akan diperuntukkan bagi seluruh segmen penerbangan, termasuk penerbangan domestik dan internasional, seperti halnya pada Bandara Soekarno-Hatta. “Jakarta akan menjadi kota multibandara. Maskapai tinggal pilih mau menggunakan bandara yang mana,” ujarnya.

Mengurai kemacetan

Pengamat Perkotaan dari Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna mengatakan, pembangunan Bandara Karawang mendesak direalisasikan. Banyak keuntungan dari proyek itu. Secara geografis, Bandara Karawang akan lebih bagus dibandingkan yang ada saat ini. Bandara Karawang bisa terintegrasi dengan jalan tol Trans Jawa, jalur kereta api lintas utara Jawa, dan pelabuhan. Bahkan dengan jalur kereta api, bandara itu sangat mudah terhubung dengan Jakarta dan Cirebon di Jawa Barat.

Yayat menambahkan, yang lebih penting pemerintah bisa memecah mobilitas dan volume kendaraan. Selama ini warga wilayah timur Jakarta yang hendak ke Bandara Internasional Soekarno Hatta harus melewati Jakarta. Diharapkan, setelah Bandara Karawang jadi, kendaraan terpecah. “Arus kendaraan tak semuanya ke Jakarta,” katanya. “Dampaknya kemacetan menjadi terurai.”

Keuntungan lain dibangunnya bandara itu, yaitu semakin tumbuhnya kawasan industri di kawasan Karawang, Pantai Utara (Pantura) Jawa Barat, dan sekitarnya. “Tentunya, tumbuh kembangnya industri kreatif yang menjadi program pemerintah turut terpacu,” ujar Yayat.

Yayat menegaskan, dengan dibangunnya bandara itu, pastinya akan terjadi pengembangan wilayah baru, yang akan ikut memangkas angka pengangguran.(np)(VIVANews)

Pasang Iklan Gratis

Anda Mungkin Menyukai iniclose